Bagaimana dampak
layanan PAUD di daerah Kota Baubau???????????
1.
Kesiapan anak memasuki pendidikan
lebih lanjut
2.
Mengurangi angka mengulang kelas
3.
Mengurangi angka putus sekolah
4.
Memeprcepat pencapaian wajib belajar
5.
Meningkatkan mutu pendidikan
6.
Mngurangi anka buta huruf muda
7.
Memeerbaiki derajat kesehatan &
gizi anak balita
Jawaban :
Anak merupakan generasi penerus yang di
tangannya harapan keluarga diberikan. Untuk mewujudkan harapan tersebut tidak
sedikit keluarga yang mempersiapkan anak-anaknya dengan perhatian, kasih sayang
dan pemberian kesempatan yang seluas-luasnya. Karena itu, anak bagi keluarga memiliki seperangkat nilai
yang dilekatkan pada mereka (Amriyani, 2006).
Berkenaan dengan nilai anak tersebut, maka
berbagai upaya yang dilakukan oleh orang tua dalam mepersiapkan
anak-anaknya, agar kelak anak tersebut dapat memberikan kesenangan
dan kebanggan orang tua. Salah satu yang perlu dilakukan oleh orang tua
sedini mungkin adalah memperbaiki kualitas pengasuhan anak pada golden age.
Pendidikan bagi
anak dini usia (golden age) tidak hanya sekedar memberikan berbagai
pengalaman belajar seperti pendidikan pada orang dewasa,
tetapi juga berfungsi mengoptimalkan perkembangan kapabilitas
kecerdasannya. Pendidikan
disini hendaknya diartikan secara luas, mencakup seluruh proses stimulasi
psikososial yang tidak terbatas pada proses pembelajaran yang dilakukan secara
klasikal. Artinya pendidikan dapat berlangsung dimana saja dan kapan saja, baik
yang dilakukan sendiri di lingkungan keluarga maupun oleh lembaga pendidikan di
luar lingkungan keluarga. Hal ini, merupakan alasasn kuat
diadakannya layanan PAUD, khususnya di kota Baubau.
Layanan
PAUD yang diprogramkan pemerintah kota di kota Baubau akhir-akhir ini membawa
dampak positif bagi pendidikan anak usia dini. Berpijak pada target Nasional,
maka target Daerah Kota Bau-Bau yang
hendak dicapai dalam pelayanan, perawatan dan pendidikan bagi anak usia dini di
Indonesia ialah “pada tahun 2015 mendatang sekitar 85% anak usia dini terlayani
Perawatan dan Pendidikannya”.
Adapun
dampak positif yang secara nyata di lihat di kota Baubau akan layanan PAUD
adalah sebagai berikut :
Petama,
layanan PAUD di tujukan untuk mempersiapkan anak memasuki pendidikan lebih
lanjut, yang mana menurut data statistic tahun 2011 jumlah anak usia dini
khususnya 0-4 tahun diperkirakan sekitar 15.961 jiwa. Untuk itu, kota Baubau
memprogamkan layanan Perawatan dan Pendidikan Anak Usia Dini secara menyeluruh.Hal
ini dapat di lihat pada perkembangan
lembaga PAUD di kota Baubau beberapa tahun terakhir.
Adapun
lembaga-lembaga pendidikan Anak usia dini yang sudah terselenggara di Kota
Baubau meliputi ;
1.
Taman Kanak-Kanak(TK) terdiri dari 2
buah TK Negeri dan 56 buah TK
swasta,
2.
Raudatul Athfal (RA) berjumlah 4 buah tardapat di
Kecamatan Betoambari, Wolio, Murhum dan Bungi, semuanya berstatus swasta.
3.
Kelompok Bermain (Kober) sebanyak 28 Kelompok menyebar
di 28 kelurahan utamnya kelurahan yang belum memiliki TK/RA.
4.
Bina Keluarga Balita (BKB),diselenggarakan
oleh BKKBN Kota Bau-Bau. Jumlah lembaga layanan sebanyak 43 BKB yang tersebar
di setiap kelurahn di Kota Bau-Bau.
5.
Posyandu Terintegrasi PAUD (POSPAUD) yang dilaksanakn bersama oleh
Dinas Dinas
Kesehatan dan Dinas Pendidikan Kota Baubau.
Oleh
karena itu, dengan adanya lembaga-lembaga PAUD tersebut diatas, maka anak usia
dini khususnya di kota Baubau, ternyata sudah memiliki kesiapan untuk memasuki
atau menempuh pendidikan lebih lanjut.
Kedua,
layanan PAUD dikota Baubau khususnya yang diselenggarakn oleh Dinas Kesehatan
yaitu ditujukan untuk memperbaiki derajat Kesehatan dan Gizi anak balita.
Layanan kesehatan dan gizi anak ini diselenggarakan oleh masyarakat dibawah
koordinasi dan binaan Dinas Keshatan. Pada tahun 2009 jumlah Posyandu di Kota
Bau-Bau sebanyak 40 buah tersebar di semua kelurahan. Belum ada data yang pasti
tentang jumlah penduduk usia 4-6 tahun pada saat itu yang menjadi sasaran
layanan posyandu ini, akan tetapi pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui
kegiatan Posyandu menunjukan adanya kepuasan masyarakat.
Ketiga,
layanan PAUD di kota Baubau ternyata berdampak positif terhadap jumlah angka
putus Sekolah anak di Kota Baubau. Berdasarkan pengamatan, beberapa Tahun
terakhir anak usia dini di kota Baubau hampir tidak ada satupun anak yang tidak
melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi walaupun latar belakang
ekonomi & pendidikan kelurga rendah.
Oleh karena itu,layanan PAUD di
kota Baubau telah mengurangi anka buta huruf muda pada anak usia dini dikota
Baubau pada umumnya. Hal ini dapat dilihat pada anak-anak yang berusia 5-6
tahun. Rata-rata pada usia ini, anak sudah mengenal abjad bahkan sudah dapat
menghubungkan huruf-huruf tersebut menjadi kata bahkan menjadi kalimat.
Selajnutnya , layanan PAUD di
kota Baubau ditujukan untuk mengurangi angka mengulang kelas bagi anak-anak
yang memasuki jenjang berikutnya karena adanya kesiapan-kesiapan yang ada pada
diri anak itu sendiri sebagai dampak positif akan layanan yang diterima anak
pada usia dini dalam lembaga PAUD. Berdasarkan pengamatan penulis, jumlah angka
mengulang kelas disetiap sekolah sekitar o,99
pada beberapa tahun terakhir.
Selain hal-hal tersebut di
atas, ternyata layanan PAUD di kota Baubau memberikan dampak positif pada
percepatan pencapaian wajib belajar. Hal ini dapat dilihat dari antusiasme para
orang tua untuk cepat menyekolahkan anaknya pada tingkatan Sekola Dasar(SD)
dengan alasan bahwa anaknya sudah bisa membaca dan menulis. Sehingga mereka
berpikir bahwa anak-anaknya sudah wajib belajar di SD, walaupun usia anak-anak
tersebut masih belum cukup 7 tahun sesuai UU. No. 20 tahun 2003.
Yang terakhir, dampak positif dari
layanan PAUD di kota Baubau adalah meningkatakan mutu pendidikan serta smber
daya manusia Baubau secara menyeluruh. Sebagaimana di amanatkan oleh GBHN bahwa
sasaran pembangunan pendidikan dititikberatkan pada peningkatan mutu dan
prluasan mutu dan perluasan kesempatan belajar pada semua
jenjang pendidikan yaitu mulai dari Taman Kanak-Kanak sampai dengan perguruan
tinggi.
Upaya
peningkatan mutu pendidikan yang ingin dicapai tersebut dimaksudkan untuk
menghasilkan sumber daya manusia seutuhnya. Sedangkan perluasan kesempatan belajar dimaksudkan agar penduduk
usia sekolah yang setiap tahunnya mengalami peningkatan sejalan dengan
pertumbuhan
penduduk untuk dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang seluas-luasnya.
Hal
ini didukung oleh adanya program=-program pedidikan yang diselenggrak oleh
pemerintah setempat, misalnya kesiapan daerah Kota Bau-Bau
menyelenggarakan Wajib Belajar 12 Tahun setidaknya dapat dilihat dari
ketercapaian pelaksanaan Kepmendagri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Periotas
Pembiayaan Pendidikan dikaitkan dengan keberhasilan dalam pelaksanaan tiga
pilar permasalahan pendidikan yaitu 1) Perluasan dan pemerataan akses
pendidikan yang berkualitas, 2) Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan, dan
3) Manajemen, tata kelola, dan citra publik. Khusus Bidang Pemerataan dan
Perluasan Akses Pendidikan yang berkaitan dengan penyelenggaraan Wajib Belajar
yang meliputi; PAUD, Program Wajar 9 tahun, Program pendidikan Menengah,
Program Pendidikan Luar Biasa, Program pendidika luar sekolah, Program Peningkatan kualitas Tenaga Pendidik
dan Tenaga Kependidikan, Program Manajemen akuntabilitas dan pencitraan public.